Manfaat Humor Untuk Perkembangan Anak

Kamis, 10 Maret 2011
Humor tidak hanya bermanfaat untuk orang dewasa. Anak-anak juga membutuhkan humor untuk menstimulasi keceriaannya, sehingga dapat menunjang optimasi perkembangan kecerdasan dan kepribadiannya. Dalam kehidupan sehari-hari, anak-anak  bisa mengalami stress, cemas dan tertekan. Padatnya pelajaran di sekolah, persaingan dengan teman bermain, serta upaya memenuhi harapan orang tua bisa menjadi masalah buatnya. Karena itu, menyentuh sense of humor anak dengan mengajaknya bercanda ringan, membacakan cerita lucu atau mendampinginya menonton film kartun anak yang lucu dapat membantu mengembalikan kondisinya. Paling tidak, humor bisa membuatnya tertawa senang.

Sense of humor kita bisa dilatih karena semua orang memilikinya, termasuk anak-anak. Selain bermanfaat untuk menghilangkan stress dan membuat kondisi rileks, kita dan anak-anak kita akan terlatih untuk melihat sisi positif dari kehidupan karena kita bisa memandang sisi kejenakaan kehidupan tersebut, tidak selalu yang serius dan berat-berat. Hal ini akan berimplikasi pada ketenangan dan kesiapan menghadapi masalah. Jadi, tahun-tahun awal perkembangan anak jangan dibiarkan berlalu tanpa humor.

Apa manfaat humor untuk perkembangan anak, sehingga kita perlu melatihnya? Berikut ini beberapa manfaat yang diambil dari berbagai referansi hasil penelitian terkait.

Pertama, humor dapat meningkatkan kecerdasan anak. Louis Franzini, Ph.D., seorang psikolog dan peneliti humor dari San Diego State University, serta penulis buku ”Kids Who Laugh, How to Develop Your Child’s Sense of Humor” menyatakan bahwa humor pada anak-anak berhubungan langsung dengan kecerdasan, kreativitas, kemampuan sosial, empati, rasa percaya diri, penghargaan atas diri sendiri dan kemampuan memecahkan masalah yang lebih sulit. Kecerdasan yang diamksud ialah kecerdasan emosional serta intelektualnya. Seorang anak yang memiliki sense of humor yang baik biasanya akan lebih disukai oleh teman seusianya maupun orang dewasa karena anak tersebut bisa mencairkan dan menyegarkan suasana, serta bisa menyenangkan hati orang-orang di sekitarnya. Tidak berlebihan jika saya berpendapat bahwa tingkah laku, pembicaraan dan keriangan anak-anak usia batita dan balita menjadi penghibur yang natural, bisa menghadirkan senyum indah, tawa sehat, juga menyenangkan hati dan pikiran keluarganya.

Kedua, humor dapat mengeratkan ikatan batin antara anak dengan orang tuanya, serta meningkatkan hubungan antarsesama. Ketika kita tertawa bersama anak-anak kita karena humor yang segar, ada satu ikatan yang terjadi. Kita akan merasa lebih dekat, lebih memahami dan menyayanginya. Anak berusia 1 tahun sudah dapat merasakan hal seperti ini. Karena itu, jangan diamkan dia dengan hanya memperhatikan tingkah lakunya. Ajaklah ia berbicara dan bercanda sesuai umurnya, memasang muka dan tingkah lucu, sehingga ia tertawa dan merasa semakin dekat dengan kita. Senyum dan tawa yang tulus itu bisa menularkan energi positif bagi orang-orang di sekitar kita, termasuk si kecil, sehingga kecerdasan dan kepribadiannya tumbuh dan terlatih dalam kondisi yang positif.

Ketiga, humor dapat meningkatkan kekebalan tubuh anak, sehingga dapat menjaga kestabilan kesehatan mental dan fisiknya, serta membantu mencegah masuknya berbagai penyakit. Pada saat anak-anak tertawa, sistem kekebalan tubuh dan sistem pada tulang, pembuluh darah jantung maupun ototnya bekerja lebih aktif. Tertawa terbahak-bahak diketahui bisa meningkatkan sistem imun dalam tubuh si kecil dengan cara memicu produksi sel-sel limfosit yang bertindak sebagai pembunuh stres alami yang juga dapat melumpuhkan banyak penyakit.

Keempat, humor dapat meningkatkan fungsi perkembangan anak. Dengan humor anak akan lebih mampu mengekspresikan kemampuan berpikir dan kreativitasnya yang sedang tumbuh. Humor membuat anak-anak bahkan orang dewasa benar-benar gembira karena kegembiraan dan rasa nyaman akan menstimulasi fungsi kerja otak secara optimal. Berbagai penelitian berkaitan dengan hal ini di tahun 2003 menemukan bukti-bukti neorologis bahwa otak diciptakan untuk bersenang-senang dengan humor dan tertawa.

Manfaat-manfaat tersebut memberikan pembelajaran kepada kita, khususnya saya (kelak) untuk melatih dan memelihara sense of humor kita juga anak-anak kita Menciptakan humor yang beretika (tidak jorok dan berlebihan), kelucuan dan mengisi hari dengan bercanda bersama mereka merupakan proses kreatif kita untuk membuat anak fun and learning, terutama saat anak merasa cemas dan takut. Keceriaan dan keriangan tawa anak-anak kita tentu akan menjadi inspirasi dan nutrisi hati, penyejuk jiwa, penentram rasa yang mencerahkan suasana rumah kita.

Sumber : http://niahidayati.net/manfaat-humor-untuk-perkembangan-anak.html

Manfaat Humor Sebagai Terapi Kesehatan

Setiap orang, termasuk saya memiliki sense of humor, yakni kemampuan untuk melihat segi kejenakaan dari kehidupan, tetapi tidak semua orang mampu merasakanya secara optimal dan menunjukkannya secara ekspresif. Humor bisa menyebabkan kelucuan hingga membuat kita bisa tersenyum dan tertawa. Secara fisik dan psikis, tersenyum dan tertawa membuat kondisi kita rileks, senang dan segar. Kondisi ini tentu berpengaruh besar terhadap kesehatan mental dan fisik, sehingga humor bisa kita manfaaatkan sebagai alternatif terapi yang murah dan efektif. Mengapa humor bermanfaat sebagai terapi?

Penelitian para ahli menunjukkan bahwa humor bisa menyebabkan orang lebih banyak tertawa, terutama orang dewasa. Dalam sehari, orang dewasa hanya tertawa 15 kali, sedangkan anak kecil bisa sampai 300 kali. Bisa dipahami, karena anak-anak memandang dunianya sebagai tempat bermain, tidak seserius orang dewasa. Sense of humor anak-anak lebih mudah tersentuh daripada orang dewasa. Melihat kupu-kupu terbang kesana kemari saja, anak-anak bisa tertawa, sedangkan orang dewasa membaca cerita humor pun belum tentu bisa tertawa. Padahal, para peneliti sudah membuktikan bahwa humor, tersenyum dan tertawa baik untuk kesehatan, baik fisik maupun mental. Dengan tertawa kita bisa menghilangkan stress dan mencegah sekitar 70 % penyakit. Ini membuktikan bahwa hati yang senang dan pikiran yang tenang akan menstimulasi kesehatan badan.

Dokter Madan Kataria, seorang psikiater asal India (Mumbai) yang juga pendiri Laughter Club International dengan 70 cabang negara bagian menyatakan bahwa yang membedakan frekuensi tertawa antara anak-anak dan orang dewasa adalah karena faktor logika. “Anak-anak bisa tertawa tanpa sebab karena otaknya belum mengerti tentang logika, tapi orang dewasa tertawa jika menurut logikanya ada yang lucu. Jadi jika tidak ada logikanya, ia tidak tertawa,” jelas dokter yang juga menulis buku Laugh For No Reason tersebut. Ia menekankan, pentingnya tertawa bagi orang dewasa. Mengawali hari dengan senyum dan tertawa selama 15 menit merupakan terapi fisik dan psikis untuk lebih bersemangat melakukan aktivitas dan menyegarkan pikiran sepanjang hari. Lalu apa saja manfaat humor dalam kehidupan kita sehingga bisa kita jadikan terapi?

Pertama, humor dapat menstabilkan kondisi psikis seseorang, yakni bisa mengurangi kecemasan dan menghilangkan stress, sehingga berpengaruh dalam meningkatkan kesehatan mental. Humor bisa membuat kita tertawa. Dengan tertawa, hormon anti stres (endorphin) akan dilepaskan dan akan mengalahkan hormon pemicu stres (cortisol, adrenalin, epinephrine) yang keluar ketika stres. Hal ini bisa mengurangi tekanan darah yang merupakan penyebab berbagai penyakit.

Kedua, humor dapat mengembalikan kondisi kesehatan dan kekebalan tubuh, sehingga mampu mencegah penyakit. Pada saat kita tertawa, sistem kekebalan tubuh dan sistem pada tulang, pembuluh darah jantung maupun otot bekerja lebih aktif. Tertawa terbahak-bahak diketahui bisa meningkatkan sistem imun dalam tubuh dengan cara memicu produksi sel-sel limfosit yang bertindak sebagai pembunuh stres alami yang menurut para peneliti menjadi pemicu hampir 70% penyakit, mulai dai hipertensi, jantung, depresi, insomnia, migrain, pikun, alergi, dan lain-lain. Studi ilmiah membuktikan bahwa terjadi penurunan 10-20 mm tekanan darah ketika seseorang tertawa selama 10 menit.

Ketiga, humor efektif dalam menstimulasi pikiran dan perasaan positif karena humor membuat hati kita senang. Perasaan senang ini menjadi energi positif yang mendorong meningkatnya mood, lebih mudah berpikir, menemukan ide-ide baru yang mungkin tidak terpikirkan sebelumnya, sehingga kita lebih kreatif dan lebih bersemangat melakukan aktivitas.

Keempat, humor bermanfaat dalam menjalin relasi sosial dan meningkatkan kualitas aktivitas kita sehari-hari. Humor bisa membuat kita tertawa dan merasa senang. Hati senang biasanya akan membuat kita bersikap lebih baik terhadap orang lain, sehingga kita bisa disukai dalam pergaulan. Selain itu, kemampuan menciptakan humor bisa membuat kita lebih mudah berkomunikasi dengan orang lain dan bisa membangun relasi sosial secara intensif. Komunikasi yang baik akan menunjang kesuksesan kita dalam berkarya dan berusaha. Dengan demikian, menjadikan humor sebagai terapi setiap hari bisa meningkatkan kualitas kesehatan.

Tulisan ini sendiri merupakan alarm bagi saya untuk menyegarkan hati dan pikiran dengan humor, sehingga sense of humor saya tidak tertimbun. Sesekali kita ciptakan humor-humor segar untuk membuat kita tersenyum dan tertawa sehat, bersedekah dan beribadah dengan menyenangkan hati dan pikiran diri sendiri juga orang lain. Yang penting kita masih menggunakan etika humor itu sendiri: tidak jorok dan tidak kebablasan (bisa menimbulkan ketersinggungan dan sakit hati)
 
Sumber: http://niahidayati.net/manfaat-humor-sebagai-terapi-kesehatan.html

Manfaat Musik dalam Kehidupan Sehari-hari

Musik merupakan simfoni kehidupan, menjadi bagian seni yang mewarnai kehidupan sehari-hari manusia di muka bumi. Tanpa musik dunia sepi, hampa dan monoton karena musik mampu mencairkan suasana, merelaksasi hati serta menstimulasi pikiran manusia sebagai pemeran cerita kehidupan. Musik tak sekedar memberikan efek hiburan, tetapi mampu memberikan makna untuk membangkitkan gairah dan spirit hidup untuk memberdayakan dan memaknai hidup. Mendengarkan musik, menghayati dan menikmatinya merupakan aktivitas yang menyenangkan dan bisa membuat kita nyaman. Efek inilah yang secara medis dan psikologis menimbulkan reaksi positif pada kondisi fisik dan psikis manusia, termasuk  saya dan kita. Lalu apakah manfaat musik yang sebenarnya dalam kehidupan kita sehari-hari?

Musik mengalami masa keemasan dalam sejarah peradaban Islam. Dari berbagai literatur yang saya baca, tokoh-tokoh seperti Al – Kindi dan Al – Farabi merupakan ilmuwan yang mengembangkan musik sebagai terapi. Pada abad ke- 9, Al – Kindi sudah mencoba menerapkan pengobatan dengan musik kepada seorang anak yang lumpuh total. Selanjutnya, pemanfaatan musik sebagai terapi berkembang pesat di era kejayaan Turki Usmani. Pengembangan terapi musik ini terus berlanjut hingga menyebar ke seluruh dunia, termasuk Indonesia. Efek musik begitu signifikan dalam upaya menyembuhkan, menyehatkan dan mencerdaskan pribadi manusia. Oleh karena itu, manfaat musik dalam kehidupan begitu simultan dengan aspek kesehatan fisik, psikologis dan kecerdasan manusia, terutama yang dikembangkan melalui terapi musik.

Ada beberapa manfaat musik berkaiatan dengan keseharian kita dan penggunaannya sebagai terapi.

Pertama, musik bermanfaat untuk menjaga kesehatan dan kekebalan tubuh kita karena musik ternyata bersifat terapeutik dan bersifat menyembuhkan. Menurut Campbel, musik mampu menghasilkan stimulan yang bersifat ritmis. Stimualan ini kemudian ditangkap oleh pendengaran kita dan diolah di dalam sistem saraf tubuh serta kelenjar otak yang mereorganisasikan interpretasi bunyi ke dalam ritme internal pendengarnya. Ritme internal ini mempengaruhi metabolisme tubuh manusia sehingga prosesnya berlangsung dengan lebih baik. Metabolisme yang lebih baik akan mengakibatkan tubuh mampu membangun sistem kekebalan yang lebih baik. Dengan sistem kekebalaan yang lebih baik, tubuh menjadi lebih tangguh terhadap kemungkinan serangan penyakit.

Kedua, musik dapat meningkatkan intelegensi karena rangsangan ritmis mampu meningkatkan fungsi kerja otak kita. Ritme internal yang dihasilkan musik membuat saraf-saraf otak bekerja, rasa nyaman dan tenang yang distimulasi musik membuat fungsi kerja otak bekerja optimal. Bila hal ini sering dilakukan, fungsi kerja otak kita akan semakin prima, sehingga kemampuan berpikir kita lebih jernih dan tajam, serta bisa mencegah kepikunan (alzheimer). Perlu kita ketahui bahwa bagian kanan otak kita berkaitan dengan kecerdasan dan perkembangan artistik dan kreatif, bahasa, musik, imajinasi, warna, pengenalan diri, sosialisasi dan pengembangan kepribadian. Karena itu, rangsangan ritmis dari musik yang diperdengarkan juga dapat meningkatkan kemampuan berbahasa, meningkatkan kreativitas, serta meningkatkan konsentrasi dan daya ingat kita.

Ketiga, musik bisa menimbulkan reaksi psikologis yang dapat mengubah suasana hati dan kondisi emosi, sehingga musik bermanfaat sebagai relaksasi yang dapat menghilangkan stress, mengatasi kecemasan, memperbaiki mood dan menumbuhkan kesadaran spiritual. Sebagai sebuah bentuk seni, musik tak hanya menciptakan harmoni nada yang enak didengar, tetapi juga memberikan kesan indah yang mampu menggugah dan mengantarkan manusia pada kesadaran yang dalam dan penuh, menelusuri lorong-lorong hampa dalam ketidakberdayaan harapan. Kesadaran akan fitrah kemanusiaan yang tak bisa lepas dari masalah, kesadaran akan keberadaan kekuatan Yang Maha Sempurna, sehingga timbul kepasrahan untuk berserah kepada-Nya. Penyerahan diri inilah yang bisa mengurangi bahkan menghilangkan beban pikiran dan perasaan yang menekan. Rangsangan ritmis yang dihasilkan musik mampu membuat pikiran rileks, serta menimbulkan perasaan-perasaan positif , tenang, nyaman dan optimis bahkan bahagia.

Keempat, musik bermanfaat sebagai alat dan media komunikasi antarmanusia karena musik merupakan bahasa universal yang mampu memadukan perbedaan, menciptakan perdamaian dan solidaritas kemanusiaan. Sejarah sering kali mencatatkan peran dan manfaat musik sebagai sarana pergaulan dan media komunikasi yang bisa dipahami semua orang, sekalipun kita tidak memahami bahasa tiap-tiap bangsa. Dalam kehidupan nyata sehari-hari pun, musik sering kali menjadi alat komunikasi dengan orang yang kita cintai, mewakili perasaan hati, ungkapan kerinduan bahkan kemarahan.

Berkaitan dengan manfaat musik tersebut,  jenis-jenis musik juga sangat mempengaruhi manfaat yang dirasakan setiap orang, khususnya bagi yang menjalani terapi musik. Bagi saya, mendengarkan atau bermain musik sendiri, sebenarnya bisa menjadi terapi, terutama ketika saya mengalami kejenuhan, bosan, bad mood alias bete. Musik bisa memunculkan kembali semangat dan motivasi untuk melakukan sesuatu yang berguna. Dengan musik, kita tidak saja mampu menghayati dan meresapi alunan nadanya, tetapi juga mampu memahami diri dan orang lain di sekitar kita, serta menghayati esensi hidup yang sebenarnya.
 
Sumber:  http://niahidayati.net/manfaat-musik-dalam-kehidupan-sehari-hari.html